Berita Linux.com https://www.beritalinux.com Portal Berita Open Source Terdepan. Tue, 21 Nov 2017 06:45:33 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.9.2 https://i0.wp.com/www.beritalinux.com/wp-content/uploads/2017/02/cropped-Screenshot_7.png?fit=32%2C32&ssl=1 Berita Linux.com https://www.beritalinux.com 32 32 110236677 Linux Container vs Virtual Machine https://www.beritalinux.com/linux-container-vs-virtual-machine/ https://www.beritalinux.com/linux-container-vs-virtual-machine/#respond Tue, 21 Nov 2017 06:45:33 +0000 https://www.beritalinux.com/?p=373 Linux Container vs Virtual Machines Popularitas Linux Container baru baru ini memunculkan pertanyaan diantara pengguna terkait dengan perbedaanya dengan Virtual Machine, pada artikel ini akan menjelaksan secara mudah apa yang membedakaan antara linux container dengan Virtual Machine dan yang mana yang akan anda gunakan untuk

The post Linux Container vs Virtual Machine appeared first on Berita Linux.com.

]]>
Linux Container vs Virtual Machines

Popularitas Linux Container baru baru ini memunculkan pertanyaan diantara pengguna terkait dengan perbedaanya dengan Virtual Machine, pada artikel ini akan menjelaksan secara mudah apa yang membedakaan antara linux container dengan Virtual Machine dan yang mana yang akan anda gunakan untuk memenuhi kebutuhan teknologi anda.

Linux Container vs Virtual Machines : Aplikasi vs Sistem Operasi

Salah satu hal pertama yang harus dipahami tentang kontainer vs. mesin virtual adalah yang satu digunakan untuk aplikasi dan yang satu lagi dirancang untuk keseluruhan sistem operasi. Inilah sebabnya mengapa Anda sering melihat beberapa aplikasi perusahaan berjalan di dalam sebuah Container, bukan mesin virtualnya sendiri. Pada kasus tertentu dapat juga menggunakan Container dalam mesin virtual.

Keuntungan menggunakan Container ada pada pengelolaan sumberdaya, anda dapat mengatur penggunaan sumberdaya yang lebih sedikit dibandingkan dengan Virtual Machine. Perlu diingat, kontainer pada dasarnya adalah untuk satu aplikasi sementara mesin virtual memerlukan sumber daya untuk menjalankan keseluruhan sistem operasi.

Sederhananya. Jika Anda menjalankan beberapa MySQL , NGINX , atau layanan lainnya, maka menggunakan Container adalah yang tepat untuk anda . Namun, jika Anda memerlukan LAMP Stack  lengkap yang berjalan di server tersendiri, akan lebih cocok menggunakan Virtual Machine. Mesin virtual memberi Anda fleksibilitas lebih besar untuk memilih sistem operasi dan meningkatkannya sesuai keinginan Anda. Sementara  Container menjalankan aplikasi yang terpisah pisah diatas sistem operasi Host.

Linux Containers vs Virtual Machine : Penggunaan

Metode Container yang memisahkan sebuah aplikasi dengan aplikasi lain memberikan nilai kemudahan pada sisi penggunana, contohnya : Jika anda menjalankan aplikasi layanan menggunakan bahasa python, python membutuhkan Library yang terkait dengan sistem operasi, jika anda menjalankan aplikasi tersebut menggunakan Virtual Machine maka ketika anda melakukan upgrade Library Python anda akan menyebabkan aplikasi layanan python anda terganggu. Sementara pada Container maka perubahan Library pada level sistem operasi tidak akan mempengaruhi kondisi Container yang berjalan.

Kemudahan lain adalah ketika anda perlu memindahkan aplikasi layanan anda pada distro linux lain, dengan menggunakan Container anda tidak perlu membangun aplikasi layanan dari awal kembali, cukup dengan memindahkan Container yang ada sebelumnya aplikasi layanan anda kembali bisa digunakan.

Linux Containers vs Virtual Machine : Keamanan

Secara umum mesin virtual menawarkan keamanan lebih baik dibandingkan dengan kontainer. Bukan berarti kontainer tidak aman, lebih tepatnya, secara default mesin virtual menawarkan isolasi yang lebih ketat. Perlu di ingat lagi bahwa Container menggunakan sumberdaya secara bersama, sementara Virtual Machine tidak.

Untuk meminimalkan risiko saat menjalankan kontainer diantaranya dengan menghindari penggunaan superuser, memastikan bahwa kontainer diperoleh dari sumber terpercaya dan tentu saja, selalu diperbarui. Untungnya, beberapa kontainer ditandatangani secara digital yang membantu menentukan bahwa Anda mendapatkan Container dari sumber terpercaya.

Container untuk aplikasi tujuan tunggal dan Virtual Machine untuk aplikasi tujuan ganda

Terakhir, Anda perlu menyimpan Container untuk tugas fungsi tunggal. Jika anda menggunakan beberapa Software dalam satu container, maka sebaiknya anda menggunakan Virtual Machine. Perlu diulangi, Container untuk aplikasi tujuan tunggal dan Virtual Machine untuk aplikasi tujuan ganda. Ikuti metodologi ini dan Anda akan berada dalam situasi yang jauh lebih baik dengan keamanan dan fungsionalitas keseluruhan.

Linux Container vs Virtual Machines :  Mana yang tepat

Terlepas dari jenis Virtual Machine atau Container yang akan anda pilih, kunci untuk menentukan pilihan anda ada pada opsi berikut.

Container : Docker, Docker Swarms, Kuberneters

Di sisi Container, Docker menawarkan solusi enterprise yang baik. Hal ini sangat baik bagi perusahaan karena mereka akan mendapat dukungan yang mereka butuhkan. Docker juga dianggap sebagai pilihan yang enterprise friendly, terutama di Docker Swarms . Membandingkan Docker Swarms dengan Kubernetes , secara umum Kubernetes jauh lebih kompleks untuk dipasang di lingkungan advanced.

Virtual Machine : VirtualBox, VMWare

Disisi Virtual Machine, Virtualbox membuat lingkungan mesin virtual desktop yang lebih besar, sedangkan VMware melakukan pekerjaan bagus berbagai hal terkait server . VMware memiliki solusi mesin virtual mulai dari penyimpanan hingga solusi cloud server. Dengan fasilitas yang tersedia (berbagai hypervisors, dll), namun saya berpikir bahwa VirtualBox dan VMware mewakili sisi desktop ke virtualisasi server dengan baik.

Linux Container vs Virtual Machines :  Yang Terbaik ?

Sebelum memutuskan mana yang terbaik, kita perlu mengingat kembali bahwa kedua teknologi ini memiliki tujuan masing – masing. Container sebagai teknologi baru akan terus mengalami perkembangan pesat dengan kemampuannya memungkinkan pengunaan lebih efisien dengan sedikit Hardware. Disisi lain Virtual Machine akan tetap menjadi komponen utama server dan Cloud Space.

Solusi terbaik dari kondisi ini adalah menyesuaikan dengan kebutuhan anda, dengan berbagai kelebihan dan kekurangan yang ada, silahkan tuliskan komentar anda atau pertanyaan yang perlu dibawah ini..

 

 

The post Linux Container vs Virtual Machine appeared first on Berita Linux.com.

]]>
https://www.beritalinux.com/linux-container-vs-virtual-machine/feed/ 0 373
Chef : Manajemen dan Konfigurasi Cloud Model Client – Server https://www.beritalinux.com/chef-manajemen-dan-konfigurasi-cloud-model-client-server/ https://www.beritalinux.com/chef-manajemen-dan-konfigurasi-cloud-model-client-server/#respond Sun, 19 Nov 2017 14:12:06 +0000 https://www.beritalinux.com/?p=363 Manajemen Cloud degan Chef Ada banyak perangkat lunak yang dapat digunakan untuk mengelola Infrastruktur Cloud, Sebuah infrastruktur tentunya mendukung sebuah sistem Cloud computing untuk tetap hidup dan menjalankan tugasnya, meliputi perangkat jaringan Router, Storage device, dan perangkat server. Chef menggunakan model client/server untuk melakukan pengelolaan

The post Chef : Manajemen dan Konfigurasi Cloud Model Client – Server appeared first on Berita Linux.com.

]]>
Manajemen Cloud degan Chef

Ada banyak perangkat lunak yang dapat digunakan untuk mengelola Infrastruktur Cloud, Sebuah infrastruktur tentunya mendukung sebuah sistem Cloud computing untuk tetap hidup dan menjalankan tugasnya, meliputi perangkat jaringan Router, Storage device, dan perangkat server.

Chef menggunakan model client/server untuk melakukan pengelolaan konfigurasi. Chef – client di install pada setap host yang ingin kita kelola, sedangkan bagian server menjadi Chef – Server. Ditambah dengan komponen lain yang disebut Chef Workstation yang digunakan untuk :

  • Mengembangkan cookbook dan recepies.
  • Sinkronisasi chef – repo dengan sistem pengelola versi.
  • Menjalankan baris peringah perintah.
  • Konfigurasi policy, roles, dll
  • Interaksi dengan node untuk melakukan one-off konfigurasi.

Chef Overview

Chef Cookbook

Chef Cookbook adalah konfigurasi dasar yang digunakan untuk mendefinisikan skenario yang berisi semua skenario yang akan dijalankan. Terdapat dua komponen utama yaitu:

Recipes

Recipes adalah bagian paling penting dalam untuk konfigurasi, biasanya berisi sumberdaya, nama sumberdaya, pasangan nilai atrribut, dan aksi terkait.

package "apache2" do
  action :install
end

service "apache2" do
  action [:enable, :start]
end

Attributes

Sebuah attribute membantu mendefenisikan kondisi sebuah node. Setelah setiap Chef-client dijalankan, konsisi node yang ada akan diupdate ke Chef-server.

Knife

Knife menyediakan antarmuka antara chef-repo lokal dan Chef-server.

Supported Plafforms

Chef mendukung platforms berikut:

Chef-Client

Chef-client dapat digunakan pada unit yang menggunakan sistem sebagai berikut:

  • *nix-based system
  • Mac OS X
  • Windows
  • Cisco IOS XR dan NX-OS

Chef-Server

Chef server dapaf di pasang pada sistem operasi berikut:

  • Red Hat Enterprise Linux
  • Ubuntu Linux

Chef memiliki GUI built up pada Chef-server, sehingga dapat membantu menjalankan cookbook dari browser, membuat laporan, dll

Demo Konfigurasi Chef Cloud

Manfaat menggunakan Chef

Berikut adalah manfaat menggunakan Chef Cloud

  • Chef menggunakan sistem Open Source yang terintegrasi dengan Framework, sehingga pengembangannya dapat berjalan cepat karena didukung komunitas Open Source yang luas.
  • Memberikan automatisasi, scalability, High Availability dan Consistency dalam pengembangan sistem.
  • Tersedia untuk sistem operasi yang umum digunakan.
  • Menyediakan kontrol akses berdasarkan peran.
  • Menyediakan tampilan real-time dengan adalan Chef Analytics.

Referensi

https://docs.chef.io/

The post Chef : Manajemen dan Konfigurasi Cloud Model Client – Server appeared first on Berita Linux.com.

]]>
https://www.beritalinux.com/chef-manajemen-dan-konfigurasi-cloud-model-client-server/feed/ 0 363
Cara Share Printer via Jaringan Linux https://www.beritalinux.com/cara-share-printer-via-jaringan-linux/ https://www.beritalinux.com/cara-share-printer-via-jaringan-linux/#respond Thu, 16 Feb 2017 04:11:36 +0000 https://www.beritalinux.com/?p=309 Printing adalah pekerjaan sehari-hari bagi kita. Proyek, pekerjaan kantor, pekerjaan rumah dll Kenyataannya adalah bahwa kita pasti memerlukan pencetakan sehari-hari. Sekarang, bagaimana jika kita perlu membagi printer yang terhubung ke mesin Linux . Artikel ini akan membahas cara share printer via jaringan linux. Sambungkan Printer

The post Cara Share Printer via Jaringan Linux appeared first on Berita Linux.com.

]]>
Printing adalah pekerjaan sehari-hari bagi kita. Proyek, pekerjaan kantor, pekerjaan rumah dll Kenyataannya adalah bahwa kita pasti memerlukan pencetakan sehari-hari. Sekarang, bagaimana jika kita perlu membagi printer yang terhubung ke mesin Linux . Artikel ini akan membahas cara share printer via jaringan linux.

Sambungkan Printer Anda ke Komputer

Hal pertama yang dilakukan adalah menginstal atau menambahkan printer . Menghubungkan printer di Komputer Linux sangat mudah dimana hampir semua distro Linux mendukung printer. Buka aplikasi printer dari menu aplikasi dan anda akan menemukan jika printer telah ditambahkan.

Jika printer sudah ditambahkan atau dikonfigurasi, printer akan muncul pada aplikasi printer.

Jika tidak, buka Openprinting dan instal driver dari printer anda dan buka lagi  opsi printer. Printer Anda sekarang sudah terdaftar di bawah opsi add, klik next pada konfigurasi printer. Tambahkan deskripsi . Buka halaman driver printer .

Silahkan coba print sesuatu untuk memeriksa printer Anda.

Sekarang seelah printer ditambahkan, lakukan share sehingga Anda dapat mengaksesnya pada sistem lain. Hal ini juga mudah. Klik kanan pada printer Anda dan pilih opsi Shared.

Setelah hal itu dilakukan. Anda telah berhasil share printer Anda pada jaringan di Linux. Sekarang Anda hanya perlu untuk mengakses pada sistem lain. Berikut adalah cara untuk melakukannya.

Mengakses Printer Pada Komputer lain

Saya berasumsi Anda berada di LAN atau entah bagaimana terhubung ke sistem Anda  dimana sebelumnya telah melakukan share printer. Apa yang perlu dilakukan berikutnya.

Sekali lagi buka tools printer seperti yang kita lakukan sebelumnya dan tekan tombol ADD. Printer share akan terdaftar di bawah network printer. Klik nama host remote dengan printer yang dipilih,Forward dan isi deskripsi seperti sebelumnya.

Jika printer Anda tidak dapat ditemukan, klik pada find network printer. Masukkan alamat IP dari printer dan tekan find. URI akan otomatis terisi.

The post Cara Share Printer via Jaringan Linux appeared first on Berita Linux.com.

]]>
https://www.beritalinux.com/cara-share-printer-via-jaringan-linux/feed/ 0 309
Cara backup data Android Menggunakan ADB https://www.beritalinux.com/cara-backup-data-android-menggunakan-adb/ https://www.beritalinux.com/cara-backup-data-android-menggunakan-adb/#respond Wed, 15 Feb 2017 00:21:59 +0000 https://www.beritalinux.com/?p=304 Back up data aplikasi, pesan teks dan sejenisnya di Android bisa sangat membosankan, dan kadang-kadang membutuhkan biaya tambahan. Banyak aplikasi di Play Store yang bisa digunakan untuk membuat cadangan data tetapi kemudian seringkali dibumbui iklan yang mengganggu dan untuk tanpa iklan memerlukan pembayaran biaya tertentu.

The post Cara backup data Android Menggunakan ADB appeared first on Berita Linux.com.

]]>
Back up data aplikasi, pesan teks dan sejenisnya di Android bisa sangat membosankan, dan kadang-kadang membutuhkan biaya tambahan. Banyak aplikasi di Play Store yang bisa digunakan untuk membuat cadangan data tetapi kemudian seringkali dibumbui iklan yang mengganggu dan untuk tanpa iklan memerlukan pembayaran biaya tertentu. Tahukan anda bahwa ada cara yang lebih baik untuk melakukan backup dan itu semua dapat dilakukan pada komputer Anda?

Android memiliki set tools Developer. Banyak diantaranya, salah satu yang paling banyak digunakan adalah  ADB (atau Android Debug Bridge). ADB memungkinkan pengguna untuk mendapatkan akses command line langsung ke perangkat Android. Dengan demikian tools ini dapat digunakan untuk berbagai hal,  termasuk back up seluruh perangkat Android! Berikut adalah cara untuk melakukannya pada Ubuntu.

Catatan: tutorial ini dilakukan dengan fokus pada Ubuntu Linux. ADB juga tersedia pada Windows dan MacOS. Backup menggunakan ADB pada windows dan MacOS.

Buka jendela terminal dan masukkan perintah ini untuk menginstal alat ADB untuk interaksi dengan Android.

  sudo apt install adb

adb-install-adb-ubuntu

Dengan tools ADB diinstal pada sistem, menu debugging harus diaktifkan dalam Android. Mulailah dengan membuka area Setelan Android. Scroll kebawah sampai anda ketemu “Tentang Ponsel”. Akan muncul “Status”. Pilih status kemudian scroll kebawah lagi, cari “Buat Nomor ‘dan tekan tujuh kali. Ini akan mengaktifkan Mode Developer.

adb-about-phone

Untuk sampai ke Settings Developer, tekan tombol Kembali pada perangkat untuk kembali halaman setting. Sebuah pilihan baru dalam pengaturan akan muncul: “Opsi pengembang.” Klik untuk masuk ke area pengaturan pengembang. Scroll sampai ketemu “debugging Android” , dan klik agar Debuging Aktif.

Membuat backup dengan ADB sangat mudah, hanya dengan menjalankan beberapa perintah. Pertama, colokan kabel USB yang sesuai dengan perangkat Android, dan hubungkan ke PC. Lalu, ke terminal dan masukkan berikut:

  adb start-server

Ini akan memulai server Android Debugging Bridge. Dengan perintah ini berjalan, buka perangkat Android,  ADB akan memunculkan jendela konfirmasi yang harus diterima untuk melanjutkan.

adb-all-usb-debugging

Untuk memulai proses backup, masuk ke terminal dan masukkan perintah backup ini. Perintah ini akan menyimpan pesan teks dan aplikasi, dan menyimpannya ke dalam file terenkripsi.

adb backup -apk -shared -all -f backup-file.adb

adb-full-backup

Menjalankan perintah backup akan meminta pengguna untuk membuka Android dan menetapkan password untuk file sebelum Android akan menjalankan prosedur backup. pastikan password mudah diingat. Kemudian, pilih “back up my data” tombol. backup dapat akan membutuhkn, ketika  selesai, file bernama “backup-file.adb” akan berada di “/ home / username /.

Untuk mengembalikan cadangan, aktifkan server ADB (seperti sebelumnya) dan jalankan perintah berikut ini untuk mengembalikan data.

adb restore backup-file.adb

adb-full-restore

Sekali lagi, buka Android,  ADB akan meminta pengguna untuk memasukkan password. Kali ini, bukan membuat password, masukan password yang dibuat sebelumya. Setelah itu pilih “restore my data,” dan proses restorasi akan dimulai.

The post Cara backup data Android Menggunakan ADB appeared first on Berita Linux.com.

]]>
https://www.beritalinux.com/cara-backup-data-android-menggunakan-adb/feed/ 0 304
Mengetahui geolocation Server Linux via Terminal Commandline https://www.beritalinux.com/mengetahui-geolocation-server-linux-via-terminal-commandline/ https://www.beritalinux.com/mengetahui-geolocation-server-linux-via-terminal-commandline/#respond Sun, 12 Feb 2017 11:14:49 +0000 https://beritalinux.com/?p=290 Tutorial singkat ini akan memperlihatkan bagaimana cara mendapatkan geolocation commandline di Linux. Hal ini dapat berguna jika anda ingin tahu lokasi VPS atau server remote. Seorang rekan pengguna Linux bernama Rafael Rinaldi telah menciptakan alat yang berguna yang disebut “whereami” untuk mengetahui informasi geolocation menggunakan

The post Mengetahui geolocation Server Linux via Terminal Commandline appeared first on Berita Linux.com.

]]>
Tutorial singkat ini akan memperlihatkan bagaimana cara mendapatkan geolocation commandline di Linux. Hal ini dapat berguna jika anda ingin tahu lokasi VPS atau server remote. Seorang rekan pengguna Linux bernama Rafael Rinaldi telah menciptakan alat yang berguna yang disebut “whereami” untuk mengetahui informasi geolocation menggunakan freegeoip.net dari commandline.

Perlu dicatat bahwa beberapa penyedia layanan hosting mungkin telah menyembunyikan tempat yang tepat server mereka ini, atau memanipulasi data palsu karena alasan keamanan. Dalam kasus tersebut, tools ini tidak akan berfungsi.

Sekarang, mari kita lihat cara untuk mengetahui geolocation dari sistem Linux dari commandline menggunakan utilitas whereami.

Mengetahui Geolocation Server Linux Dari Commandline

Instal whereami

Instalasi tools ‘whereami’  ini cukup mudah . untuk pertama kali perlu menginstal NPM, yaitu manajer paket javascript .

Untuk menginstal NPM pada sistem berbasis RPM seperti RHEL, CentOS, Fedora, jalankan perintah berikut:

  sudo yum install Epel-release
  sudo yum install NPM

Atau,

  sudo dnf install epel-release
  sudo dnf install NPM

Pada Debian, Ubuntu, Linux Mint, jalankan:

  sudo apt-get install NPM

Pada Arch Linux dan turunannya:

  sudo pacman -S NPM

Pada SUSE / openSUSE:

  sudo zypper install NPM

Setelah NPM diinstal, jalankan perintah berikut untuk menginstal tools “whereami” .

npm install -g @rafaelrinaldi/whereami

  Akan muncul output seperti di bawah ini.

  / Usr / bin / whereami -> / usr / lib / node_modules / @ rafaelrinaldi / whereami / bin / whereami
 / Usr / lib
 └─┬ @ rafaelrinaldi / whereami @ 1.3.1 
  ├─┬ got@6.7.1 
  │ ├─┬ create-error-class@3.0.2 
  │ │ └── capture-stack-trace@1.0.0 
  │ ├── duplexer3@0.1.4 
  │ ├── get-stream@3.0.0 
  │ ├── is-redirect@1.0.0 
  │ ├── is-retry-allowed@1.1.0 
  │ ├── is-stream@1.1.0 
  │ ├── lowercase-keys@1.0.0 
  │ ├── safe-buffer@5.0.1 
  │ ├── timed-out@4.0.1 
  │ ├── unzip-response@2.0.1 
  │ └─┬ url-parse-lax@1.0.0 
  │ └── prepend-http@1.0.4 
  ├─┬ loading-indicator@2.0.0 
  │ └─┬ log-update@1.0.2 
  │ ├── ansi-escapes@1.4.0 
  │ └─┬ cli-cursor@1.0.2 
  │ └─┬ restore-cursor@1.0.1 
  │ ├── exit-hook@1.1.1 
  │ └── onetime@1.1.0 
  ├── minimist@1.2.0 
  ├─┬ pinkie-promise@2.0.1 
  │ └── pinkie@2.0.4 
  └── sexagesimal@0.5.0

Cari Geolocation Anda

Sekarang, time to play. Untuk mengetahui lokasi saat ini, cukup jalankan:

  whereami

contoh output akan muncul:

  3.5107,98.1664

Seperti yang Anda lihat dalam output di atas, akan menampilkan garis lintang (3.5107), dan bujur (98.1664) dari lokasi saya.

Jika muncul pesan error seperti :

/usr/bin/env: ‘node’: No such file or directory

Hal ini terjadi bagi anda yang menggunkan ubuntu seperti saya, maka masukan perintah berikut di terminal commandline:

sudo ln -s /usr/bin/nodejs /usr/bin/node

Anda tidak mengerti , apakah dapat menggunakan  format yang mudah dibaca manusia? Tentu saja bisa! Tambahkan switch –f  human dengan perintah whereami seperti di bawah ini.

  whereami --f human

Berikut ini adalah output saya:

  Bukit, North Sumatra, Indonesia

Saya tidak akan mengatakan ini adalah hasil yang akurat, tapi itu sangat dekat dengan lokasi saya sebenarnya.

Saya membutuhkan data lebih rinci, bagaimana caranya? gampang! Menampilkan hasil mentah yang berisi alamat IP publik, kode negara, kode pos, kode metro zona waktu dll, dengan menggunakan perintah berikut:

  whereami r

Contoh output:

  {"ip":"110.137.85.189","country_code":"ID","country_name":"Indonesia","region_code":"SU","region_name":"North Sumatra","city":"Bukit","zip_code":"","time_zone":"Asia/Jakarta","latitude":3.5107,"longitude":98.1664,"metro_code":0}

Untuk mengetahui lebih detail tentang perintah whereami , jalankan:

  whereami -help

Contoh output:

  Usage: whereami [OPTIONS]

  Get your geolocation information using freegeoip.net from the CLI

Example:
  $ whereami
  -23.4733,-46.6658

  $ whereami --f human
  San Francisco, CA, United States

Options:
  -v --version              Display current software version
  -h --help                 Display help and usage details
  -f --format               Output format (either human, json or sexagesimal)
  -r --raw                  Output raw data from freegeoip.net

The post Mengetahui geolocation Server Linux via Terminal Commandline appeared first on Berita Linux.com.

]]>
https://www.beritalinux.com/mengetahui-geolocation-server-linux-via-terminal-commandline/feed/ 0 290
Membagi dan Menggabungkan file di Linux https://www.beritalinux.com/membagi-dan-menggabungkan-file-linux/ https://www.beritalinux.com/membagi-dan-menggabungkan-file-linux/#respond Sat, 11 Feb 2017 08:46:15 +0000 https://beritalinux.com/?p=284 Anda dapat membagi dan menggabungkan file di linux terutama untuk file besar sekali pun dengan perintah split, dan untuk menggabungkannya, hanya memerlukan perintah “cat” untuk mengembalikan file dalam satu file. split dapat juga digunakan untuk file binary atau Teks. split [ options ] filename prefix

The post Membagi dan Menggabungkan file di Linux appeared first on Berita Linux.com.

]]>
Anda dapat membagi dan menggabungkan file di linux terutama untuk file besar sekali pun dengan perintah split, dan untuk menggabungkannya, hanya memerlukan perintah “cat” untuk mengembalikan file dalam satu file. split dapat juga digunakan untuk file binary atau Teks.

split   [ options ]   filename  prefix

Dimana filename adalah file yang ingin anda pisahkan. prefix adalah nama baru dari potongan file yang sedang dibuat setelah menjalankan perintah.

Langkah membagi dan menggabungkan file di linux.

Langkah 1 : Misalkan Anda ingin membagi file binary grep menjadi potongan kecil.

[root@rhel1 ~]# ls -lh /bin/grep
-rwxr-xr-x. 1 root root 109K May 7 2010 /bin/grep
[root@rhel1 ~]#

Langkah 2 : Misalnya anda ingin file dipisah menjadi potongan 10k,  maka gunakan perintah di bawah ini.

[root@rhel1 bin]# split --byte=10k /bin/grep /root/test/prefix

Ini akan membagi binary grep menjadi file 10kb dalam folder /root/test dan semua nama file akan menjadi prefixaa, prefixab, dll seperti di bawah ini:

[root@rhel1 bin]# cd /root/test/
[root@rhel1 test]# ll
total 132
-rw-r--r--. 1 root root 10240 Dec 31 19:18 prefixaa
-rw-r--r--. 1 root root 10240 Dec 31 19:18 prefixab
-rw-r--r--. 1 root root 10240 Dec 31 19:18 prefixac
-rw-r--r--. 1 root root 10240 Dec 31 19:18 prefixad
-rw-r--r--. 1 root root 10240 Dec 31 19:18 prefixae
-rw-r--r--. 1 root root 10240 Dec 31 19:18 prefixaf
-rw-r--r--. 1 root root 10240 Dec 31 19:18 prefixag
-rw-r--r--. 1 root root 10240 Dec 31 19:18 prefixah
-rw-r--r--. 1 root root 10240 Dec 31 19:18 prefixai
-rw-r--r--. 1 root root 10240 Dec 31 19:18 prefixaj
-rw-r--r--. 1 root root 9080 Dec 31 19:18 prefixak

Langkah 3: Sekarang untuk mengembalikan file asli yang perlu anda lakukan adalah gunakan perintah “cat” menjadi nama file yang berbeda.

[root@rhel1 test]# cat /root/test/prefix* > /root/mygrep
[root@rhel1 ~]# ls -lh /root/mygrep
-rw-r--r--. 1 root root 109K Dec 31 19:18 /root/mygrep
[root@rhel1 ~]#


Perintah tersebut akan membuat sebuah file binary dalam folder /root dengan nama mygrep.

Langkah 4: Untuk memeriksa integritas dan kesamaan dari kedua file kita dapat menggunakan md5sum sebagai berikut:

[root@rhel1 test]# md5sum /bin/grep
0462fb13c3c14409f7d3b4f80277be99 /bin/grep
[root@rhel1 test]# md5sum /root/mygrep
0462fb13c3c14409f7d3b4f80277be99 /root/mygrep

Dapat anda lihat kedua file memiliki nilai yang sama.

 

The post Membagi dan Menggabungkan file di Linux appeared first on Berita Linux.com.

]]>
https://www.beritalinux.com/membagi-dan-menggabungkan-file-linux/feed/ 0 284
Cara Mudah Mengelola Docker Container dengan Portainer https://www.beritalinux.com/cara-mudah-mengelola-docker-container-dengan-portainer/ https://www.beritalinux.com/cara-mudah-mengelola-docker-container-dengan-portainer/#respond Thu, 05 Jan 2017 10:11:07 +0000 http://beritalinux.com/?p=245 Portainer adalah aplikasi yang ringan, cross-platform, dan open source UI untuk manajemen Docker. Portainer memberikan gambaran rinci tentang Docker dan memungkinkan Anda untuk mengelola kontainer, Docker image, jaringan dan volume masing masing kontainer melalui web dashboard sederhana. Aplikasi ini awalnya adalah pengembangan dari Docker UI.

The post Cara Mudah Mengelola Docker Container dengan Portainer appeared first on Berita Linux.com.

]]>
Portainer adalah aplikasi yang ringan, cross-platform, dan open source UI untuk manajemen Docker. Portainer memberikan gambaran rinci tentang Docker dan memungkinkan Anda untuk mengelola kontainer, Docker image, jaringan dan volume masing masing kontainer melalui web dashboard sederhana.

Aplikasi ini awalnya adalah pengembangan dari Docker UI. Namun, pengembang telah menulis ulang hampir semua kode asli dari Docker UI. Selain itu, ia mengubah total UX dan menambahkan beberapa fungsionalitas yang lebih dalam versi terbaru. Sampai sekarang, Portrainer sangat menarik perhatian pengguna dan sekarang telah memiliki lebih dari 1 juta download dan terus bertambah! karena mendukung GNU / Linux, Microsoft Windows, dan Mac OS X.

Pada tutorial ini, saya akan memperlihatkan bagaimana cara menginstall Portrainer dan bagaimana cara mengelola docker container menggunakna portrainer.

Mengelola Docker menggunakan Portainer

Install Portainer

Menginstall Portrainer sangat mudah, hanya membutuhkan waktu kurang dari beberapa menit. Portainer mengukung Docker versi 1.10 dan lebih tinggi.

Untuk mencoba tutorial ini saya mengasumsikan bahwa pembaca telah menginstall docker pada sistem operasi linux pembaca sendiri, jika sudah maka anda dapat melanjutkan pada tahap berikut ini:

sudo docker pull portainer/portainer

Contoh output:

Using default tag: latest
latest: Pulling from portainer/portainer

a3ed95caeb02: Pull complete 
802d894958a2: Pull complete 
045765bf2706: Pull complete 
Digest: sha256:495cb906c964f746f955b6d03c6235d80e48e1a46773a24b1764c95f03f15079
Status: Downloaded newer image for portainer/portainer:latest

Cek apakah Portrainer berhasil di download.

sudo docker images

Contoh output:

portainer/portainer latest ec91653336d4 7 days ago 9.132 MB

Seperti yang Anda lihat dalam output di atas, ukuran Portainer gambar kurang dari 10 MB, yang sangat kecil sehingga saya tidak akan mengkonsumsi lebih banyak RAM dan ruang HDD.

 sekarang Portainer sudah dalam sistem Ubuntu lokal kita. Jalankan Container menggunakan perintah:

 

sudo docker run --restart=always -d -p 9000:9000 -v /var/run/docker.sock:/var/run/docker.sock portainer/portainer

 

Sekarang, Portainer sudah berjalan!  Untuk mengakses portainer, buka browser WEB Anda dan masukkan alamat http: // localhost: 9000 / atau http: // IP_ADDRESS: 9000 /. Akan  layar seperti di bawah ini, silahkan setup password untuk user admin.

Masukkan password dua kali dan tekan tombol Validasi untuk membuat password user admin.

 

Pada layar berikutnya, masukan user admin yang anda gunakan pada langkah sebelumnya.

Berikutnya, Connect Portainer ke mesin Docker atau Swarm klaster endpoint. Karena saya tidak memiliki mesin Docker pada perangkat lain,  maka saya memilih “Manage the Docker instance where Portainer is running” pilihan.

Setelah terhubung, Anda akan disajikan dengan dashboard intuitif seperti di bawah ini.

Layar dashboard home menampilkan Container yang berjalan dan berhenti , jumlah Docker Images yang di download, jumlah volume dan jaringan. Anda tidak perlu menghapal perintah Docker. Semuanya bisa dilakukan dari Dashboard ini.

Mari kita coba membuat beberapa Container.

 

Menambahkan Containers

Klik pada tombol App Template di sebelah kiri. Akan muncul beberapa template siap pakai yang tersedia seperti Docker registry image, Nginx, httpd, MySQL, WordPress dan lainya.

Untuk Memasang Container, klik pada template yang diinginkan. Mari kita coba MySQL Kontainer. Untuk melakukannya, klik pada template MySQL. Masukkan nama Container, pilih jenis jaringan (contoh .brdgee). klik Tampilkan opsi lanjutan dan menetapkan nomor port.

Akhirnya, Klik Buat.

Setelah Container dibuat, Anda akan diarahkan ke halaman Container yang menunjukkan daftar kontainer berjalan.

Untuk memulai sebuah container baru dibuat, cukup pilih dan tekan tombol Start pada bagian atas. Anda dapat me-restart, menghentikan, pause, dan menghapus Kontainer apapun dari bagian ini.

Untuk melihat gambaran lengkap dari Container apapun, klik pada nama Container.

 

Klik pada tombol Statistik untuk melihat apa yang terjadi di Kontainer yang baru diluncurkan.

Berikut adalah Statistik Container database saya.

Demikian pula, klik pada tombol Log untuk melihat rincian lengkap log dari Container.

Fitur lain yang penting adalah Anda dapat dengan mudah terhubung ke konsol Container Anda dengan mengklik tombol Console.

Pilih Shell (BASH atau SH), dan tekan tombol Connect.

Docker Images

Pada bagian ini, Anda dapat melihat daftar Docker Images didownload.

Untuk menghapus images , pilih dan klik Hapus. Images yang dipilih akan hilang.

Networks

Pada bagian jaringan dapat anda gunakan untuk menambahkan jaringan baru, mengubah jenis jaringan, menetapkan / mengubah alamat IP, menghapus jaringan yang ada.

Volumes

Di sini Anda dapat melihat volume docker yang ada, membuat yang baru, menghapusnya jika Anda tidak lagi membutuhkan mereka.

Events

Di sini kita bisa melihat apa yang telah kita lakukan selama ini, seperti membuat contoh baru, jaringan, Volume dll

Docker

Bagian ini menampilkan versi mesin Docker, Host nama OS, jenis, arsitektur, cpu, memori, rincian jaringan dll

Kesimpulan

Singkatnya, menggunakan Portainer, Anda dapat melakukan manajemen Docker yang lengkap baik dari sistem lokal itu sendiri atau sistem remote. Sejauh yang saya uji, Portainer bekerja cukup baik bagi saya. Saya bahkan tidak mendapatkan masalah saja saat uji coba. Jika Anda ingin fitur yang lengkap, namun mudah digunakan untuk solusi manajemen Docker terpusat, Anda harus mencoba Portainer. Portainer bekerja dengan baik seperti yang diiklankan di situs resminya.

The post Cara Mudah Mengelola Docker Container dengan Portainer appeared first on Berita Linux.com.

]]>
https://www.beritalinux.com/cara-mudah-mengelola-docker-container-dengan-portainer/feed/ 0 245
5 Distro Linux Server Paling Populer https://www.beritalinux.com/5-distro-linux-server-paling-populer/ https://www.beritalinux.com/5-distro-linux-server-paling-populer/#respond Thu, 15 Sep 2016 14:23:36 +0000 http://beritalinux.com/?p=229 Hampir semua dari  300 distribusi Linux yang ada dapat anda temukan  terdaftar di Distrowatch yang diantaranya digunakan sebagai server. Berikut ini adalah beberapa distro pouler yang sering digunakan dalam aplikasi server. Red Hat Enterprise Linux: Mungkin adalah  yang paling terkenal diatara  distro Linux server, RHEL

The post 5 Distro Linux Server Paling Populer appeared first on Berita Linux.com.

]]>
Hampir semua dari  300 distribusi Linux yang ada dapat anda temukan  terdaftar di Distrowatch yang diantaranya digunakan sebagai server.

Berikut ini adalah beberapa distro pouler yang sering digunakan dalam aplikasi server.

Red Hat Enterprise Linux:

Mungkin adalah  yang paling terkenal diatara  distro Linux server, RHEL memiliki reputasi untuk menjadi distribusi yang solid siap untuk misi tugas penting yang paling penting – seperti menjalankan Bursa Efek New York misalnya. Dukungan dari Redhat yang membuat distro ini menjadi paling populer.

http://vaurent.com/wp-content/uploads/2013/04/redhat_ad_authentication_sssd.png

Kelemahan? Redhat dikenal untuk menawarkan layanan pelanggan dan dukungan yang tidak ada duanya , langganan dukungan ini tentu  tidak murah. Bagaimanapun Anda mendapatkan apa yang Anda bayar. dukungan pihak ketiga yang lebih murah untuk RHEL juga tersedia, tetapi Anda mungkin perlu memepelajari lebih lanjut sebelum mengambil langkah tersebut.

Image result for redhat linux

CentOS:

Image result for centos linux

Siapa saja yang suka RHEL tapi ingin menghindari mengeluarkan uang untuk Red Hat membayar dukungan harus melihat pada CentOS, yang pada dasarnya adalah salinan dari  RHEL. Meskipun sudah ada sejak tahun 2004, pada tahun 2014 CentOS menjadi resmi disponsori oleh Red Hat, yang sekarang mempekerjakan sebagian pengembang proyek. Ini berarti bahwa patch keamanan dan perbaikan bug yang dibuat tersedia untuk CentOS segera setelah direlease Red Hat.

Image result for centos linux

Jika Anda ingin menggunakna CentOS, Anda akan membutuhkan orang-orang staf dengan keterampilan Linux, karena  dukungan teknis berjalan akan terus berjalan. Kabar baiknya adalah bahwa komunitas CentOS menawarkan sumber daya yang sangat baik, seperti milis, forum web, dan chat room, sehingga bantuan tersedia bagi mereka yang membutuhkan .

Ubuntu Server:

Image result for ubuntu server logoKetika Canonical mengumumkan beberapa tahun yang lalu akan meluncurkan versi server Ubuntu, seiring waktu semakin berkembang dengan pesat, terutama karena sifat dasar dari ubuntu yang merupakan turunan dari debian yang telah populer sebelumnya.

Image result for ubuntu server screenshot

Seberapa populer  Ubuntu Server? Angka-angka terbaru menunjukkan itu menjadi sistem operasi yang paling banyak digunakan baik di OpenStack dan di Amazon Elastic Compute Cloud, di mana posisi kedua ditempati oleh Amazon Linux Amazon Machine image oleh mil dan  tempat ketiga Windows dalam  virtual dust. Studi lain menunjukkan ubuntu server sebagai web server Linux yang paling banyak digunakan.

SUSE Linux Enterprise Server:

Image result for suse linux

 

Distro Jerman ini memiliki basis besar pengguna di Eropa, dan server distro top di sisi Atlantik sampai masalah PR yang muncul setelah dibeli oleh Novell pada awal abad ini. Meskipun begitu Suse telah mendapat tempat di pengguna USA. Sehingga masih ada kemungkinan pengguna yang setia akan terus menjadikan suse sebagai distro favorit.

https://i1.wp.com/distrowatch.com/images/cgfjoewdlbc/sle.png?resize=940%2C752&ssl=1

SUSE Linux Enterprise Server, atau SLES, dikenal stabil dan mudah dalam perawatan, tersedia juga dukungan teknis 24/7 sehingga cocok untuk layanan yang bersifat kritis.

ClearOS:

https://i1.wp.com/www.clearos.com/images/ClearOS-community-logo-vert.png?resize=161%2C190&ssl=1Merupakan turunan  RHEL, ClearOS termasuk distro server paling populer karena penggunaan sederhana bagi siapa saja, bahkan sebagian besar non-teknisi, mampu mengkonfigurasi. Ditargetkan pada usaha kecil dan menengah, juga dapat digunakan sebagai server hiburan oleh pengguna rumah. Menggunakan antarmuka administrasi berbasis web untuk kemudahan penggunaan, ClearOS dibangun dengan visi membangun infrastruktur TI  harus sesederhana dan semudah mengunduh aplikasi di smartphone .”

https://i0.wp.com/www.clearos.com/images/picture%2014.png?w=940&ssl=1

Rilis terbaru, versi 7.2, termasuk kemampuan yang mungkin tidak diharapkan dari kata “ringan”, seperti dukungan VM yang mencakup Microsoft Hyper-V, dukungan untuk XFS dan Btrfs file sistem, serta dukungan untuk LVM caching dan IPv6 . Tersedia dalam versi gratis atau dalam versi tidak mahal “profesional” yang datang dengan berbagai pilihan dukungan.

The post 5 Distro Linux Server Paling Populer appeared first on Berita Linux.com.

]]>
https://www.beritalinux.com/5-distro-linux-server-paling-populer/feed/ 0 229
Cara tepat menjual open source. https://www.beritalinux.com/cara-tepat-menjual-open-source/ https://www.beritalinux.com/cara-tepat-menjual-open-source/#respond Wed, 03 Aug 2016 14:29:30 +0000 http://beritalinux.com/?p=220 Perangkat lunak open source mengalami pertumbuhan yang besar, tak bisa dipungkiri 64% dari perusahaan saat ini berpartisipasi dalam proyek-proyek open source.  Hal yang menarik disini adalah bagaimana cara menjualnya, dan dengan sedikit keberuntungan, untuk menghasilkan uang sehingga dapat membantu orang yang terlibat dalam proyek tersebut.

The post Cara tepat menjual open source. appeared first on Berita Linux.com.

]]>
Perangkat lunak open source mengalami pertumbuhan yang besar, tak bisa dipungkiri 64% dari perusahaan saat ini berpartisipasi dalam proyek-proyek open source.  Hal yang menarik disini adalah bagaimana cara menjualnya, dan dengan sedikit keberuntungan, untuk menghasilkan uang sehingga dapat membantu orang yang terlibat dalam proyek tersebut.

Mengapa orang mencintai perangkat lunak open source

http://twiki.org/p/pub/Blog/BlogEntry201207x1/opensource-400.png

Memiliki pemahaman yang mendalam tentang mengapa begitu banyak organisasi menggunakan dan mempercayai open source adalah kunci untuk menjual. Transpalansi adalah hal utama yang tidak similiki software berbayar. apa lagi dengan komunitas pengguna yang terus bertumbuh menyebabkan perkembangan software opensource berkembang semakin cepat.

Mengapa saya harus membayar untuk sesuatu yang saya bisa dapatkan secara gratis?

http://openness.blob.core.windows.net/openmedia/2015/10/open-source-technologies.png

Agak jarang memang terdengar seseorang bertanya mengapa perusahaan akan membayar untuk perangkat lunak ketika mereka bisa dapatkannya secara gratis. Dan itu adalah pertanyaan yang bagus. Perusahaan yang menghasilkan uang dari menjual open source faktanya telah diakui dan bermanfaat. Perusahaan OSS yang telah mengalami sukses besar telah membangun bukan hanya sebuah proyek OSS fantastis untuk penjualan, pemasaran, dan teknik, tetapi juga memiliki strategi bisnis yang memperhitungkan tambahan proprietary.

organisasi open source yang sukses telah membuat uang berdasarkan pada kenyataan bahwa masih banyak pengguna mau membayar membayar. Mereka bisa dan mau membayar untuk versi enterprise-kelas produk yang lengkap. Untuk pengguna yang tidak mampu membayar tentunya masih dapat menggunakan produk dengan bebas, meskipun tidak selengkap dukungan versi enterprise.

 

Dukung Masyarakat, dan masyarakat akan mendukung Anda

Pentingnya masarakat dan komunitas tidak dapat ditinggalkan dalam urusan menjual opensource. Dengan memanfaatkan keahlian lebih dari 1.000 kontributor, perusahaan bisa bergerak lebih cepat, cepat dan teratur menyediakan fitur pengembang benar-benar diinginkan pengguna, dan menjaga transparansi lengkap.

http://developer-static.se-mc.com/wp-content/blogs.dir/1/files/2012/05/OS_OpenSource_660x384.jpg

Pendekatan ini memungkinkan lingkungan yang akan dibuat di mana semua pelanggan, perusahaan, dan individu bermanfaat dengan berkontribusi . Hal ini memungkinkan GitLab menjadi lebih gesit dan menghasilkan fitur yang benar benar di inginkan pengguna.

 

Menjual open source memang perkara yang tidak mudah.

Selling open source the smart way

Ketika membahas penjualan open source, ada dua bidang utama yang memberikan memprihatinkan. “Sulitnya untuk menghasilaka uang” adalah ungkapan membuat orang mudah menyerah. Berikut adalah beberapa tips dalam mejual opensource dari rekan opensource.com:

“Take care of the community, have them in mind, mention the size of your community to prospective clients. Have a clear value proposition of what your enterprise edition offers over free versions.”

“Understand the benefits of open source in general; leverage your community; have a clear value proposition and ROI for your enterprise product.”

“Highlight the value proposition of why open source works well. Crowd-sourcing ideas to add/improve features, allow people to contribute on any level, lastly, this will speed up the release timeline. Also have a clear pitch on why the company needs a paid enterprise solution.”

Melihat perusahaan elastis, Red Hat, dan lain-lain menunjukkan bahwa bukan tidak mungkin untuk menghasilkan uang dari menjual open source. Scott Farquhar, co-founder dan CEO Atlassian, terkenal mencapai $ 100 juta dalam penjualan dari OSS. Berbicara di konferensi Bisnis Perangkat Lunak , pemikirannya tentang model Freemium bisnis, pentingnya pengukuran data, dan tips pemasaran yang efektif.

Melihat Kedepan.

Dengan semakin meningkatnya Perusahaan membahas keamanan komponen open source. Memiliki proses berjalan yang bebas dari kerentanan dan lisensi yang absah adalah penting. Meskipun menjual perangkat lunak open source akan selalu memiliki tantangan khusus, kabar baiknya adalah bahwa perusahaan terus menghargai berbagai fitur, kontrol atas arah produk, biaya yang kompetitif, dan transparansi yang ditawarkan.

Job van der Voort: Vice President of Product at GitLab.

The post Cara tepat menjual open source. appeared first on Berita Linux.com.

]]>
https://www.beritalinux.com/cara-tepat-menjual-open-source/feed/ 0 220
5 Tools mendukung pekerjaan tim sysadmin IT https://www.beritalinux.com/5-tools-mendukung-pekerjaan-tim-sysadmin/ https://www.beritalinux.com/5-tools-mendukung-pekerjaan-tim-sysadmin/#respond Tue, 02 Aug 2016 15:51:49 +0000 http://beritalinux.com/?p=216 Tim administrasi sistem jarak jauh bertugas menyediakan penanganan 24 jam. Berdasarkan Tim Infrastruktur Global OpenStack, mereka  bergantung pada lima aplikasi opensource untuk saling terhubung dan berkomunikasi , dan untuk mengkoordinasikan pekerjaan mereka. Berikut lima alat open source memungkinkan kita untuk memenuhi tujuan tersebut sambil tetap

The post 5 Tools mendukung pekerjaan tim sysadmin IT appeared first on Berita Linux.com.

]]>
Tim administrasi sistem jarak jauh bertugas menyediakan penanganan 24 jam. Berdasarkan Tim Infrastruktur Global OpenStack, mereka  bergantung pada lima aplikasi opensource untuk saling terhubung dan berkomunikasi , dan untuk mengkoordinasikan pekerjaan mereka.

Berikut lima alat open source memungkinkan kita untuk memenuhi tujuan tersebut sambil tetap tim yang tinggi-berfungsi.

1. Chat berbasis teks

Menggunakan Internet Relay Chat (IRC), yang diberikan kepada kami oleh freenode jaringan IRC, yang berjalan pada open source Internet Relay Chat daemon (IRCd).

http://www.43oh.com/wp-content/uploads/2010/11/msp430_ircl_channel_43oh.png

Berikut ini adalah gambaran singkat dari saluran suatu pagi:

<clarkb> hrm no world dump on that failure?
<openstackgerrit> Anita Kuno proposed openstack-infra/storyboard: Add example commands for the Timeline api https://review.openstack.org/337854
<openstackgerrit> Victor Ryzhenkin proposed openstack-infra/project-config: Add openstack/fuel-plugin-murano-tests project https://review.openstack.org/332151
<clarkb> its definitely an io error of some sort
<clarkb> possibly run out of disk space?
<therve> The df output looks normal...
<greghaynes> or, is it writing out to tmpfs?

Kemudian pada saat panggilan suara lebih diperlukan , maka mereka  juga menggunakan sistem  Asterisk untuk mendukung Voice over IP (VoIP).

Namun jika IRC terlalu jadul menurut anda anda dapat menggunakan Telegram,  tersedia untuk versi Desktop, web, bahkan untuk smartphone. Saya sendiri termasuk yang menggunakan telegram dalam komunikasi dalam team.

2. EtherPad

http://www.nixtech.net/sites/default/files/styles/large/public/etherpad-logo.png?itok=_qyBh9cY

Etherpads-host adalah editor teks kolaboratif yang memungkinkan kelompok untuk mengedit dokumen bersama-sama secara real time. Tim mereka menggunakan ini untuk berbagai tujuan: berkolaborasi pengumuman yang bertujuan  ke seluruh proyek, berbagi ide, pembicaraan dan topik untuk pertemuan-pertemuan di dalam tim, menulis rencana pemeliharaan dan upgrade.

Etherpad in action.

Penggunaan sebuah EtherPad biasanya sejalan  dengan kolaborasi pada IRC dan mailing list. Mereka menggunakan open source EtherPad Lite dalam infrastruktur kami.

3. Pastebin

http://cdn.embed.ly/providers/logos/pastebin.png

Sebuah pastebin memungkinkan Anda untuk menyisipkan sejumlah besar teks dan mengembalikan URL yang Anda dapat dengan mudah berbagi dengan anggota tim. Untuk tim , yang berarti kemampuan untuk berbagi logs dengan anggota tim yang tidak memiliki akses ke server,berbagai  file konfigurasi , dan instruksi tugas yang belum didokumentasikan.

Ada beberapa aplikasi opensource yang bisa dugnakan untuk membuat pastebin anda sendiri jika anda tidak ingin menggunakan pastebin publik, diantaranya LodgeIt . Tips: Jika anda ingin menjalankan pastepin secara publik maka gunakan robots.txt file agar data yang anda masukan tidak di indexs oleh Search enggine.

4. GNU Screen

Secara resmi dikenal sebagai multiplexer terminal, GNU Screen memungkinkan Anda untuk menjalankan perintah, atau beberapa perintah, dalam sesi terminal layar dan menjaga aplikasi yang berjalan setelah Anda log out. Ini menjadi sangat berguna jika kita menjalankan proses yang sangat panjang, secara manual memunculkan perintah yang akan gagal jika koneksi terputus .

Yang paling menarik, GNU Screen dapat juga digunakan  untuk melatih dan mengajarkan kepada anggota root lain dari tim, tugas-tugas administrasi sistem yang belum dijalankan  otomatis atau didokumentasikan. Beberapa pengguna pada sistem dapat masuk ke sesi screen pada saat yang sama untuk sesi terminal kolaboratif.

  Jika GNU Screen belum familiar dengan anda, dapat juga menggunakan Alternatif  seperti tmux dan Byobu .

5. Git

https://i1.wp.com/dab1nmslvvntp.cloudfront.net/wp-content/uploads/2016/03/1458791372git.png?w=940&ssl=1

Git diciptakan oleh Linus Torvalds untuk mengelola pengembangan kernel Linux. Git sekarang masuk ke revisi sistem kontrol untuk proyek-proyek open source.  Dengan tim  yang mencakup berbagai zona waktu, akan sulit untuk mengejar ketinggalan pada delapan jam diskusi. Dengan Git Anda dapat melihat semua perubahan yang dibuat untuk sistem dengan membaca komit log, dan mempelajari hal hal yang berubah.

Tip: Selalu pastikan Anda menyertakan mengapa perubahan dibuat dalam pesan commit Anda.
Info: Git tidak sama dengan Github. Git adalah aplikasi yang anda install di komputer, sedangkan github adalah Jaringan Social yaitu kumpulan git yang saling terkolaborasi mengerjakan proyek yang sama.

The post 5 Tools mendukung pekerjaan tim sysadmin IT appeared first on Berita Linux.com.

]]>
https://www.beritalinux.com/5-tools-mendukung-pekerjaan-tim-sysadmin/feed/ 0 216