Linux Container vs Virtual Machine

Linux Container vs Virtual Machines

Popularitas Linux Container baru baru ini memunculkan pertanyaan diantara pengguna terkait dengan perbedaanya dengan Virtual Machine, pada artikel ini akan menjelaksan secara mudah apa yang membedakaan antara linux container dengan Virtual Machine dan yang mana yang akan anda gunakan untuk memenuhi kebutuhan teknologi anda.

Linux Container vs Virtual Machines : Aplikasi vs Sistem Operasi

Salah satu hal pertama yang harus dipahami tentang kontainer vs. mesin virtual adalah yang satu digunakan untuk aplikasi dan yang satu lagi dirancang untuk keseluruhan sistem operasi. Inilah sebabnya mengapa Anda sering melihat beberapa aplikasi perusahaan berjalan di dalam sebuah Container, bukan mesin virtualnya sendiri. Pada kasus tertentu dapat juga menggunakan Container dalam mesin virtual.

Keuntungan menggunakan Container ada pada pengelolaan sumberdaya, anda dapat mengatur penggunaan sumberdaya yang lebih sedikit dibandingkan dengan Virtual Machine. Perlu diingat, kontainer pada dasarnya adalah untuk satu aplikasi sementara mesin virtual memerlukan sumber daya untuk menjalankan keseluruhan sistem operasi.

Sederhananya. Jika Anda menjalankan beberapa MySQL , NGINX , atau layanan lainnya, maka menggunakan Container adalah yang tepat untuk anda . Namun, jika Anda memerlukan LAMP Stack  lengkap yang berjalan di server tersendiri, akan lebih cocok menggunakan Virtual Machine. Mesin virtual memberi Anda fleksibilitas lebih besar untuk memilih sistem operasi dan meningkatkannya sesuai keinginan Anda. Sementara  Container menjalankan aplikasi yang terpisah pisah diatas sistem operasi Host.

Linux Containers vs Virtual Machine : Penggunaan

Metode Container yang memisahkan sebuah aplikasi dengan aplikasi lain memberikan nilai kemudahan pada sisi penggunana, contohnya : Jika anda menjalankan aplikasi layanan menggunakan bahasa python, python membutuhkan Library yang terkait dengan sistem operasi, jika anda menjalankan aplikasi tersebut menggunakan Virtual Machine maka ketika anda melakukan upgrade Library Python anda akan menyebabkan aplikasi layanan python anda terganggu. Sementara pada Container maka perubahan Library pada level sistem operasi tidak akan mempengaruhi kondisi Container yang berjalan.

Kemudahan lain adalah ketika anda perlu memindahkan aplikasi layanan anda pada distro linux lain, dengan menggunakan Container anda tidak perlu membangun aplikasi layanan dari awal kembali, cukup dengan memindahkan Container yang ada sebelumnya aplikasi layanan anda kembali bisa digunakan.

Linux Containers vs Virtual Machine : Keamanan

Secara umum mesin virtual menawarkan keamanan lebih baik dibandingkan dengan kontainer. Bukan berarti kontainer tidak aman, lebih tepatnya, secara default mesin virtual menawarkan isolasi yang lebih ketat. Perlu di ingat lagi bahwa Container menggunakan sumberdaya secara bersama, sementara Virtual Machine tidak.

Untuk meminimalkan risiko saat menjalankan kontainer diantaranya dengan menghindari penggunaan superuser, memastikan bahwa kontainer diperoleh dari sumber terpercaya dan tentu saja, selalu diperbarui. Untungnya, beberapa kontainer ditandatangani secara digital yang membantu menentukan bahwa Anda mendapatkan Container dari sumber terpercaya.

Container untuk aplikasi tujuan tunggal dan Virtual Machine untuk aplikasi tujuan ganda

Terakhir, Anda perlu menyimpan Container untuk tugas fungsi tunggal. Jika anda menggunakan beberapa Software dalam satu container, maka sebaiknya anda menggunakan Virtual Machine. Perlu diulangi, Container untuk aplikasi tujuan tunggal dan Virtual Machine untuk aplikasi tujuan ganda. Ikuti metodologi ini dan Anda akan berada dalam situasi yang jauh lebih baik dengan keamanan dan fungsionalitas keseluruhan.

Linux Container vs Virtual Machines :  Mana yang tepat

Terlepas dari jenis Virtual Machine atau Container yang akan anda pilih, kunci untuk menentukan pilihan anda ada pada opsi berikut.

Container : Docker, Docker Swarms, Kuberneters

Di sisi Container, Docker menawarkan solusi enterprise yang baik. Hal ini sangat baik bagi perusahaan karena mereka akan mendapat dukungan yang mereka butuhkan. Docker juga dianggap sebagai pilihan yang enterprise friendly, terutama di Docker Swarms . Membandingkan Docker Swarms dengan Kubernetes , secara umum Kubernetes jauh lebih kompleks untuk dipasang di lingkungan advanced.

Virtual Machine : VirtualBox, VMWare

Disisi Virtual Machine, Virtualbox membuat lingkungan mesin virtual desktop yang lebih besar, sedangkan VMware melakukan pekerjaan bagus berbagai hal terkait server . VMware memiliki solusi mesin virtual mulai dari penyimpanan hingga solusi cloud server. Dengan fasilitas yang tersedia (berbagai hypervisors, dll), namun saya berpikir bahwa VirtualBox dan VMware mewakili sisi desktop ke virtualisasi server dengan baik.

Linux Container vs Virtual Machines :  Yang Terbaik ?

Sebelum memutuskan mana yang terbaik, kita perlu mengingat kembali bahwa kedua teknologi ini memiliki tujuan masing – masing. Container sebagai teknologi baru akan terus mengalami perkembangan pesat dengan kemampuannya memungkinkan pengunaan lebih efisien dengan sedikit Hardware. Disisi lain Virtual Machine akan tetap menjadi komponen utama server dan Cloud Space.

Solusi terbaik dari kondisi ini adalah menyesuaikan dengan kebutuhan anda, dengan berbagai kelebihan dan kekurangan yang ada, silahkan tuliskan komentar anda atau pertanyaan yang perlu dibawah ini..

 

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: